DMCA.com Protection Status Efek Energi Negatif terhadap Aura Jingga - Warung Supranatural

Efek Energi Negatif terhadap Aura Jingga

Efek Energi Negatif pada Aura Jingga
Foto dari Pixabay

Bagaimana cara Energi Negatif mempengaruhi Aura Jingga?

Ketika Aura Jingga (idealisme) terpengaruhi atau terinfeksi oleh energi negatif (hitam), maka akan mempengaruhi dan merubah aura jingga secara keseluruhan menjadi jingga gelap kehitaman.

Ketika idealisme seseorang terpengaruh oleh energi negatif (hitam) maka akan mengubah karakter idealismenya menjadi negatif, rasa ego yang tinggi akan muncul dalam dirinya.

Ego ini akan mengubah idealismenya secara keseluruhan, menjadi seseorang yang selalu ingin menang sendiri, tidak mau kalah, kemauannya selalu ingin dituruti, tidak suka jika ide atau gagasan pemikirannya dibantah.

Energi negatif ini akan mengubah aura kuning (logika) menjadi pikiran yang negatif, dan mengubah aura merah (emosional) menjadi rasa amarah yang dan ambisi negatif yang tidak terarah, membuat prinsipnya ditelan oleh rasa amarahnya.

Transformasi Aura Jingga menjadi Jingga gelap Kehitaman

Perubahan karakter dari aura jingga yang sudah terakumulasi oleh energi negatif begitu lama, akan membuat idealisme seseorang menjadi ego yang kekanak-kanakan.

Energi negatif akan memunculkan ego yang besar dalam dirinya, sehingga membuat dirinya sangat keras kepala, egois tidak mau mendengar pendapat atau koreksi/masukan dari orang lain, selalu merasa prinsipnya yang paling benar, memiliki potensi menjadi orang yang munafik.

Jika idealismenya merasa direndahkan atau tidak dianggap, maka akan membuatnya kesal dan langsung mengungkapkan kekesalannya secara berlebihan kepada orang yang dianggap telah merendahkan idealisme/ prinsipnya.


Aura Jingga gelap Kehitaman ini jika dibiarkan bertahun-tahun maka akan membuat dirinya haus akan pengakuan, akan selalu ingin menunjukkan bahwa dirinya/ gagasannya yang paling baik dan benar, cenderung selalu ingin mengatur orang lain.

Efek Energi Negatif terhadap Aura Jingga ini bisa membuat seseorang kehilangan kontrol diri (self control)dalam mengendalikan emosinya, cenderung untuk spontan mengungkapkan kata-kata yang ketus atau kasar kepada orang lain yang dianggap membangkang terhadap gagasannya, sehingga jika emosinya sering meluap-luap dan tidak terkontrol maka akan membuat dirinya terlihat kekanak-kanakan.